the real other

the real other
mukjizat

Selasa, 17 Mei 2011

Apakah makna syariat, hakikat , makrifat itu ?

Sebenarnya syariat itu tidak bisa dipisahkan dengan hakikat dan
makrifat. Karena dibalik syariat itu ada hakikat ....seperti wujud
gula tidak bisa dipisah dengan manisnya... Jika ada orang yang
memakan gula namun tidak merasakan "manis" maka berarti ada yang
salah atas lidah orang itu, ... mungkin sedang sakit (sariawan).
Begitu pula orang yang melakukan shalat, jika dia tidak merasakan apa-
apa dalam shalatnya, maka jelas ada yang salah didalam hatinya, ...
mungkin hatinya sedang sakit, sehingga tidak mampu menangkap
kelezatan shalat tersebut ... Hatinya tertutup karena tidak mendapat
sinar ilahy.

Hakikat itu adalah kebenaran atas syariat itu sendiri, misalnya ada
nash yang menyatakan bahwa "berpuasalah maka niscaya kalian akan
sehat". Kalimat ini adalah teks syariat, yang jika kita melakukan
puasa dengan benar, ... dan ternyata kita mendapatkan manfaat dari
puasa, seperti merasa badan lebih sehat dari sebelumnya... Dan para
pakar menyatakan, bahwa memang puasa itu menyebabkan sehat bagi tubuh
manusia maupun mental ..... Hal inilah yang dimaksud dengan hakikat /
rahasia dibalik syariat atau firman.

Kalau anda mendapatkan manfaat itu, maka anda adalah orang yang
disebut yang mengetahui (atau makrifat atas kebenaran ayat tersebut),
bukan mengakui secara intelektual saja akan tetapi mengetahui secara
transendental.

Setiap syari'at itu mengandung hakikat dan didalam hakikat itu ada
pengetahuan atau makrifat...tidak bisa dipisahkan.

Syariat : membahas aspek dalil atau nash, seperti aqimush shalata wa
atuz zakata (dirikanlah shalat. dan bayarlah zakat ( An nisa': 77 )

Thariqah : membahas aspek praktis dan kesempurnaannya, bagaimana
takbir yang baik, rukuk yang baik, sujud yang baik serta mengatur
perjalanan rohani agar tidak menyimpang dari shalat.

Hakikat : membahas aspek ruhiyah, masalah hikmah atau dampak dari
pelaksanaan syariat, seperti dalam "inna shalata tanha anil fahsyai
wal munkar", sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan
mungkar" (Al Ankabut :45), untuk itu bagi orang yang shalat namun ia
tidak mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka orang
tersebut tidak mendapatkan hakikat dari shalat, sehingga Allah
mengkritik peshalat dalam surat Al Maun : 4-6) :

"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) oang-orang
yang lalai dari shalatnya, yaitu orang-orang yang berbuat riya"

Ma'rifat : adalah orang yang telah mengalami keadaan shalat
tersebut secara transenden, orang yang merasakan manisnya iman, ...
orang yang merasakan kelezatan shalat dan orang yang mengetahui
tentang Allah (makrifatullah)

Ilmu makrifat adalah ilmu yang membahas masalah sifat, asma, af'al
dan dzat Allah.

Dengan demikian sangatlah tidak relevan jika istilah-istilah itu
menjadikan ummat berpecahan, ... yang mungkin terjadi adalah,
perbedaan pengalaman dalam mejalani syariat tsb. Ada yang merasa
bahwa syariat itu memberikan dampak kepada jiwanya sehingga hatinya
menjadi damai, ... ada sebagian orang tidak merasakan apa-apa dalam
bersyariat, bahkan syariat itu menjadi beban bagi dirinya. Perbedaan
itu seharusnya menjadi koreksi bagi kita semua ....benarkah syariat
itu
memberikan dampak dalam jiwa ? Benarkah Allah itu mengabulkan do'a-
do'a kita jika dilakukan dengan jiwa yang tulus ? dst.

Mengapa kita menjadi marah jika ada orang yang menceritakan
pengalamannya, tentang dzauq, tentang dikabulnya doa, ... bahkan
banyak orang menuduh sesat dan bid'ah. Padahal itu adalah hasil jerih
payahnya bertaqarrub kepada Allah. Dan itu merupakan karunia Allah.
Dia akan menunjuki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Mudah-mudahan kita selalu dalam bimbingan Allah , hati kita tetap
satu dalam iman.

Salam

Abu Sangkan

>>>><<<<<

"Ya Allah, Ajari Kami Untuk Selalu Ingat Kepada- Mu, Bersyukur &
Khusyu'
Beribadah"
(Al Hadits)
>>>><<<<<

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar